Dalam Tanqihul Qaul, pembahasan tentang La Ilaha Illa Allah tidak ditempatkan sekadar sebagai lafaz zikir, melainkan sebagai fondasi eksistensial kehidupan manusia. Kalimat tauhid ini diposisikan sebagai pusat orientasi batin, sumber ketenangan, dan kunci keselamatan. Sejak awal bab, kitab ini menggarisbawahi keutamaan kalimat tauhid dengan redaksi yang tegas: ΩΨ§ Ψ₯ΩΩ Ψ₯ΩΨ§ …
Read More »Ilmu sebagai Struktur Nilai
Dalam kitab Tanqihul Qaul karya Syeikh Nawawi Banten, pembahasan mengenai ilmu dan ulama diletakkan dalam kerangka normatif yang tegas, tetapi sekaligus membuka ruang analisis sosial yang luas. Sejak awal, kitab ini menegaskan bahwa keutamaan ilmu tidak diukur dari intensitas praktik individual, melainkan dari keluasan dampak sosialnya. Hal ini ditegaskan melalui …
Read More »Kisah al-Shibli dan Kucing Kecil
Pada titik tertentu dalam perjalanan spiritual, manusia tidak lagi sibuk memperbanyak amalan lahir, tetapi mulai resah dengan jarak batinnya sendiri kepada Allah. Kegelisahan ini bukan tanda kelemahan iman, melainkan isyarat bahwa jiwa sedang dipanggil menuju kedekatan yang lebih jujur dan lebih sunyi. Di bagian akhir Bab Tsani, maqolah ke-29 dan …
Read More »Mengukur Diri
Salah satu krisis paling serius dalam kehidupan modern adalah krisis kejujuran batin. Banyak orang tampak religius di ruang publik, aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, namun rapuh ketika sendirian. Kesalehan sering diukur dari citra, bukan dari kejernihan jiwa. Di titik inilah maqolah ke-28 dalam Nashoihul βIbad karya Syaikh Nawawi al-Bantani …
Read More »Nikmat yang Menipu
Dalam kehidupan sosial hari ini, kita menyaksikan paradoks yang semakin terasa. Kemudahan hidup bertambah, akses ekonomi terbuka, teknologi memanjakan, tetapi kegelisahan justru meluas. Banyak orang bekerja keras, memiliki penghasilan, bahkan dipuji berhasil, namun batinnya rapuh, mudah mengeluh, dan cepat menyalahkan keadaan. Syaikh Nawawi al-Bantani mengutip sebuah peringatan keras tentang sikap …
Read More »Noto Sandal
Jumat, 2 Januari 2026, saya ikut rombongan napak tilas isyarah pendirian Nahdlatul Ulama dan singgah di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiβiyah Sukorejo, Situbondo. Pesantren besar yang lahir dari mata air keilmuan dan adab para masyayikh. Sukorejo saya datangi bukan sekadar sebagai pesantren, tetapi sebagai simpul sejarah besar jamβiyah. Dari tempat inilah …
Read More »Patologi Syukur
Salah satu patologi sosial paling menonjol dalam masyarakat kontemporer adalah hilangnya rasa cukup. Di tengah kemajuan ekonomi, akses digital, dan kemudahan hidup, justru muncul kegelisahan kolektif yang tidak pernah selesai. Banyak orang bekerja tanpa henti, memiliki lebih dari cukup, tetapi selalu merasa kurang. Fenomena ini melahirkan kecemburuan sosial, keluhan kronis, …
Read More »Menakar Waktu Pulang
Setiap kali mengingat makam Sunan Kudus, satu nama selalu muncul lebih dulu dalam batin saya: KH. Turaichan Adjhuri. Bukan semata karena beliau alim atau karena saya pernah nyantri kepadanya, tetapi karena pada diri beliau saya menemukan satu hal yang jarang dibicarakan dalam dunia pendidikan dan keilmuan modern, yaitu ilmu yang …
Read More »
Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .