Breaking News

Pembelajaran Daring di Rumah Akibat Covid-19

Loading

Seiring dengan meluasnya penyebaran covid-19, melalui Keppres Republik Indonesia nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Penanganan covid-19, keputusan Gubernur Kalimantan Timur nomor 360/K,246/2020 tentang Penetapan Status Kejadian Luar Biasa, Surat Edaran Bupati Kutai Timur nomor 180/16/HK.PUU/III/2020.
Surat edaran dinas Pendidikan kabupaten Kutai Timur 0542/925/disdik skt/III/2020 tentang pencegahan dan penyegaran Covid-19 dan dilanjutkan dengan surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur nomor: 0542/966/Disdik-Kadis/III/2020 tentang perpanjangan masa pembelajaran yang dilaksanakan di rumah sampai dengan tanggal 20 April 2020 maka anak didik saya harus belajar dari rumah.
Beberapa permasalahan yang muncul akibat anak belajar di rumah yang disebabkan oleh pandemi virus korona, say simpulkan kurang lebih demikian; Pertama, belajar di rumah seperti halnya dilakukan di sekolah, pukul sekian sampai dengan sekian diadakan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran seperti biasa. Guru melalui aplikasi WhatsApp hanya memberi tugas membaca dan mempelajari materi serta memberi tugas yang sangat banyak. Kondisi seperti ini menyebabkan peserta didik merasa tertekan naikkan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Tugas satu guru yang diberikan belum selesai disusul dengan tugas guru mata pelajaran yang lain dengan deadline pengumpulan yang begitu cepat.
Kedua, HP (gawai) yang dimiliki oleh keluarga tidak memadai. Bayangkan saja seandainya kedua orang tuanya bekerja dan memiliki tiga orang anak yang usia sekolah yang mengikuti pembelajaran daring di rumah, sehingga anak-anak tidak bisa mengikuti instruksi-instruksi yang diberikan oleh guru melalui aplikasi WhatsApp. belum lagi ditambah gawe yang dimiliki oleh orang tua tidak support dengan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan selama pembelajaran daring di rumah.
Ketiga, kuota data internet yang kurang memadai sehingga sistem pembelajaran daring di rumah cenderung menghabiskan paket data yang lumayan banyak. Pembelajaran daring di rumah ini peserta didik dituntut untuk selalu online untuk mengetahui tugas-tugas yang diberikan oleh guru-gurunya. Lebih-lebih lagi pembelajaran daring yang menggunakan video teleconference semisal aplikasi zoom, webex dan lain-lain. Belum lagi bila jaringan atau sinyal yang tidak memadai. Terutama di daerah pedesaan yang sangat pelosok.
Keempat, orang tua merasa tertekan dan sangat terbebani dalam membimbing dan mendampingi putra-putrinya belajar dalam pembelajaran daring di rumah. meskipun tugas utama mendidik anak adalah orang tuanya sendiri tetapi melihat karena kesibukan orang tua yang tidak bisa mendampingi putra-putrinya belajar maka dititipkan lah ke sekolah begitu adanya wabah Covid-19 ini orang tua dituntut untuk mendampingi dan mengajari anaknya secara langsung.
Untuk itu, PLT Direktur GTK Pendidikan Dasar mengundang diskusi daring bersama guru berprestasi, Berdedikasi, dan finalis guru Anugerah Konstitusi tahun 2019. Insyaallah saya hadir dalam diskusi ini mewakili finalis guru berdedikasi Kaltim tahun 2019. Saya sudah menyiapkan kuota khusus untuk mengikuti diskusi.
Diskusi daring bersama PLT Direktur GTK Pendidikan Dasar bersama guru berprestasi, guru berdedikasi, dan finalis guru Anugerah Konstitusi tahun 2019 ini menjadi sangat menarik dan relevan untuk mengurai simpul-simpul permasalahan dan dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru maupun orang tua dalam pembelajaran daring di rumah.
Semoga banyak ilmu yang saya dapat dari sharing berbagai pengalaman guru-guru se Indonesia dalam menyiapkan pembelajaran yang baik dan bermutu di tengah wabah Covid-19. Mudah-mudahan diskusi daring nanti memberikan banyak masukan dan solusi yang dapat dijadikan referensi untuk membantu para guru dan orang tua dalam pembelajaran daring di rumah. Sehingga, pada gilirannya saya bisa menerapkan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak didik saya di tengah pandemi Covid-19.
@Sismanto
Sangatta, 13 April 2020

About sismanto

Check Also

Senior Camp

After taking my wife to attend socialization at her school, Nala, my second son. I …

3 comments

  1. Keren sekali enu tetap semangat dalam tulisannya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Sismanto

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading