Breaking News

Akhir Pekan Ruqyah Massal

Loading

Akhir pekan kemarin merupakan masa yang lumayan padat dan menyenangkan. Saya hanya memotret dari satu sisi kegiatan saja, yaitu suwuk (ruqyah). "Lho, kalau ruqyah kan sudah biasa. hampir setiap dua Minggu sekali kamu memposting kegiatan ruqyah", begitu kira-kira pertanyaan beberapa orang.

Iya benar, namun yang berbeda akhir pekan kemarin adalah secara maraton diadakannya ruqyah massal di tempat yang berbeda dengan jarak yang lumayan jauh. Ruqyah massal pertama adalah ruqyah massal Sabtu, 8 Februari 2020 di Masjid Al Khoir, Jl. Hidayatullah no 12 Sangatta (belakang kantor kelurahan Teluk Lingga) yang diikuti kurang lebih 125 peserta dan ruqyah massal kedua Ruqyah Massal yang diadakan oleh PAC Jamiyah Ruqyah Aswaja Sangkulirang pada Minggu, 9 Februari 2020 di musholla Al Iman Desa Benua Ilir, Sangkulirang.

Secara jarak antara kota Sangatta dengan Kecamatan Sangkulirang berjarak kurang lebih 72 km dengan Medan yang lumayan berat serta membutuhkan waktu 4 sampai dengan 5 jam perjalanan darat. Peserta yang mengikuti ruqyah massal di Sangkulirang sejumlah 60 orang yang berasal dari berbagai kecamatan di sekitar Sangkulirang, diantaranya peserta yang berasal dari Kaliorang, kaubun, dan kecamatan Sandaran.

Saya dan tim jamiyah ruqyah Aswaja tim Rakuti kabupaten Kutai timur setelah mengadakan ruqyah massal di Sangatta yang selesai pada jam 12 malam. Selanjutnya pukul 01.00 dini hari kami harus menuju ke Sangkulirang dan tim jamiyah ruqyah Aswaja sampai di Kecamatan Sangkulirang tepat pukul 06.00 pagi. Praktis kami tidak memiliki waktu untuk beristirahat yang cukup secara pukul 08.00 kmai sudah harus bersiap mengadakan ruqyah massal.

Di hadapan peserta ruqyah, saya selalu memberikan motivasi untuk menjadikan Alquran sebagai obat yang pertama dan utama. Ruqyah akan berjalan dengan sempurna bila diikuti dengan kepasrahan untuk berobat dan ketersambungan hati kepada Allah subhanahu wa Ta’ala

Saya menceritakan tentang sebuah cerita Nabi Musa pernah mengalami sakit gigi kemudian diminta Allah untuk mencabut rumput dan ditusukkan ke gigi yang sakit, seketika itu giginya sembuh. Pada lain hari giginya kumat lagi, ia langsung mencabut rumput dan menusukkan kegiginya yang sakit, ternyata giginya tidak sembuh. "Jadi, yang menyembuhkan bukan metode atau alatnya, tetapi yang menyembuhkan adalah Allah" .

Diakhir motivasi, saya memberitahukan kepada peserta tata cara kaifiyah dalam ruqyah sebelum pelaksanaan ruqyah massal. Masyarakat mengaku sangat terbantu dan merasakan manfaatnya atas kehadiran Jam’iyah Ruqyah Aswaja.

Al-Qur’an adalah obat yang pertama dan utama

#ruqyah
#JRA
#Sangkulirang
#rakutiKutaiTimur

About sismanto

Check Also

Timbangan Amal

Manusia sering mengira bahwa amal dinilai dari apa yang tampak. Semakin besar pengorbanan, semakin tinggi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Sismanto

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading