Breaking News

TNK Expedition

Loading

Sangatta merupakan ibukota Kabupaten Kutai Timur, sebuah kota kecil paling timur di Kaltim yang dijadikan ibukota kabupaten yang merupakan hasil salah satu pemekaran dari Kabupaten Kutai.
Pada pemekaran Kabupaten Kutai ini tidak hanya Kabupaten Kutai Timur saja tetapi juga berbarengan dengan Kabupaten Kutai Barat. Pemekaran Kabupaten Kutai Timur berdasarkan undang-undang Nomor 47 tahun 1999 pada 28 Oktober 1999.
Sebagai sebuah kota kecil, Sangatta memiliki geografis yang diapit diantara dua Taman Nasional Kutai (TNK) dan taman nasional Muara Wahau.
Dahulu Taman Nasional Kutai yang berada di Kota Sangatta masih sangat hijau yang diumpamakan laksana untaian permadani di jamrud khatulistiwa, sayangnya pemandangan itu kini sudah tidak dapat ditemukan lagi akibat keserakahan manusia. Banyak pohon yang ditebang yang berakibat hutan menjadi tandus, Taman Nasional Kutai yang dahulu pernah menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim saat ini kondisinya berubah total.
Guna melihat lebih dekat kondisi Taman Nasional Kutai Timur, saya mengenakan baju TEB Expedition sebuah organisasi yang begerak dibidang konservasi yang berdiri sejak tahun 2001 yang masih saya simpan hingga sekarang. Spirit konservasi saya tumbuh kembali ketika mengingat baju yang pernah saya pakai beberapa tahun yang lalu.
Saya dan anggota keluarga menyusuri wahana track hutan yang disediakan oleh pengelola. Untuk masuk ke lokasi taman nasional Kutai Timur ini pengunjung dewasa dibebani biaya Rp7.500 sementara untuk anak-anak dibawah usia 6 tahun gratis.
Berbagai sport wahana yang disediakan oleh pengelola selain track jalanan di atas kayu yang berjarak sekitar 20 sampai 30 menit, pengunjung juga menikmati berbagai wahana, diantaranya: jembatan gantung, mata air, rumah pohon, tanjakan Meranti, dan wahana yang paling dituju adalah adanya pohon ulin terbesar.
Menurut catatan wikipedia (2017), Ulin adalah jenis pohon asli Indonesia (indigenous tree species) yang digolongkan ke dalam suku Lauraceae. Ulin memiliki tinggi pohon umumnya 3.035 m, diameter setinggi dada (dbh) 60-120 cm. Batang lurus berbanir, tajuk berbentuk bulat dan rapat serta memiliki percabangan yang mendatar.
Apa keistimewaan pohon ulin di Taman Nasional Kutai Timur dan bagi Kalimantan? Untuk mengenal lebih jauh tentang pohon ulin ada baiknya kita kenal terlebih dahulu klasifikasi binominal nomenklaturnya. Ternyata Pohon Ulin atau Ironwood Tree
(Eusideroxylon zwageri) merupakan salah satu tumbuhan dari keluarga lauraceae. Penyebaran pohon ulin meliputi beberapa negara di Asia Tenggara, yaitu daerah Indonesia (Sumatra, Kalimantan). Filipina (Kepulauan Sulu), Brunei dan Malaysia (Sabah, Serawak).
Tumbuhan yang memiliki nama lain kayu besi, bulian atau telihan ini tumbuh di hutan dataran rendah hutan primer atau sekunder hingga pada ketinggian 625 meter di atas permukaan laut (dpl).
Sering dijumpai di sepanjang sungai atau bukit dan kadang-kadang membentuk tegakan murni. Anakan ulin membutuhkan ruangan untuk bisa tumbuh, sedangkan tumbuhan yang telah dewasa membutuhkan cukup sinar matahari.
Ulin merupakan tumbuhan yang lambat pertumbuhannya yaitu hanya 0,5 cm berat pertahun, sedangkan pertumbuhan diameter batang sangat lambat yaitu hanya 0,058 cm per tahun.
Ulin tahan terhadap suhu kelembaban dan air laut serta memiliki kayu yang sangat kuat, berat biji dan buah ulin yang bermanfaat sebagai obat bengkak dan untuk menghitamkan rambut. Di hutan tumbuhan ini merupakan tumbuhan utama untuk tempat membuat sarang orang utan.
Pohon ulin raksasa di Taman Nasional Sangkima Kutai Timur ini ditemukan pada tahun 1993 dengan diameter batang 2,42 meter, sedangkan pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 2017 dengan diameter 2,49 meter, umur pohon ini diperkirakan lebih dari 1000 tahun.
#visitTNK
#VisitKUTIM
#Sangatta
Noted:
Klasifkasi Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri)
Kingdom: Plantae
Ordo: Laurales
Famili : Lauraceae
Genus: Eusideroxylon
Spesies: E. zwageri

About sismanto

Check Also

Senior Camp

After taking my wife to attend socialization at her school, Nala, my second son. I …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Sismanto

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading