Breaking News

Beri Kebebasan Anak dan Arahkan

Loading

Orang tua selalu dihadapkan pada kondisi yang selalu dinamik, di satu sisi mempunyai cita-cita ideal pada anaknya, sementara di sisi lain anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan dan cita-cita ideal orang tuanya.
Adapula orang tua selalu menginginkan anaknya punya cita-cita yang tinggi, bahkan tidak jarang pula yang memaksakan kehendak atas keinginan yang diinginkannya.
Misalnya, keinginan orang tua tidak ditanggapi positif oleh aksentuasi perilaku anak yang berakibat orang tua meremehkan setiap kemampuan yang dimiliki oleh anak-anaknya.
Misalnya, orang tua berusaha menyuruh mereka diam manakala mereka lagi asyik berbicara. Bahkan, saya selalu diejek, begitu pula obrolan juga senantiasa diperolok-olok, yang hal itu menyebabkan anak kurang mempunyai kepercayaan pada dirinya, ia kurang berani berbicara apalagi mengeluarkan pendapat.
Hindari mencaci maki anak apabila melakukan kesalahan, tidak perlu mengumpat anak apabila mereka gagal dan kalah. Terkadang, ada orang tua merasa bangga dan sombong dengan berbuat seperti itu.
Padahal, bila ini dilakukan orangtua akan memunculkan jarak psikologis antara kedua belah pihak sehingga tidak mungkin lagi orang tua dapat mempengaruhi hal-hal positif kepada anak-anaknya.
Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengoreksi dan mengadakan perubahan yang lebih baik. Ada orang tua yang memarahi anaknya hanya karena kesalahan dan kekeliruan yang sepele. Bahkan, bisa jadi orang tua tidak dapat melupakan kesalahan itu. Apabila si anak mencuri, ia dipanggil dengan panggilan “hai pencuri”. Apabila ia berdusta ia dipanggil dengan sebutan “hai pendusta”. Seolah-olah kesalahan-kesalahan tersebut merupakan pukulan keras yang tidak mungkin dapat pudar dan merupakan tanda keaiban yang tidak kunjung sirna.
Dari sini anak itu berkembang, sedangkan pada dirinya tertanam perasaan bahwa ia adalah pencuri atau pendusta. Anak tidak dapat melepaskan diri dari aibnya, disamping itu, anak tidak mendapatkan orang yang dapat membantu mengatasi masalahnya itu.
Berikan kebebasan kepada anak Anda dan jangan lupa arahkan sesuai minat dan bakatnya. Semoga anak saya dan anak Anda menjadi anak yang sholeh sholehah. Amin

About sismanto

Check Also

Senior Camp

After taking my wife to attend socialization at her school, Nala, my second son. I …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Sismanto

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading