
Pada momentum yang penuh berkah ini, saya berkesempatan menghadiri dan memberikan sambutan dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Kutai Timur di Masjid Keramat Sangattam 27 Februari 2025.
Dalam sambutan saya, saya menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dan dari sana naik ke Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, Isra Mi’raj adalah simbol perjalanan spiritual yang sangat mendalam—sebuah lompatan batin yang hanya mungkin terjadi karena keimanan yang sempurna dan keagungan kehendak Allah SWT.
Isra Mi’raj menjadi penegas bahwa dalam kondisi paling berat sekalipun, seperti yang Rasulullah alami setelah peristiwa Thaif dan wafatnya orang-orang terkasih, Allah memberikan penghiburan dan kekuatan melalui pendakian spiritual. Ini menjadi pelajaran besar bagi kita, khususnya warga Nahdliyyin, bahwa ketaatan dan kesabaran akan selalu berbuah kemuliaan.

Lebih penting lagi, dari peristiwa agung ini, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu, yang bukan hanya sekadar ibadah, melainkan tali penghubung langsung antara hamba dan Tuhannya. Shalat menjadi tiang agama dan sumber ketenangan bagi jiwa-jiwa yang rindu akan cahaya Ilahi.
Saya mengajak kepada seluruh jamaah, khususnya Muslimat NU Kutai Timur, untuk menjadikan Isra Mi’raj sebagai momen memperkuat komitmen ibadah, memperdalam pemahaman ruhani, dan mempererat tali silaturahmi antar warga nahdliyyin. Mari kita perkuat syiar Islam dengan akhlakul karimah, pengabdian yang tulus, dan cinta yang mendalam terhadap ilmu dan amal.
Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari khidmah kita dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, dan keindonesiaan yang rahmatan lil ‘alamin.
Masjid Keramat Sangatta,
Sismanto HS
Ketua PCNU Kutai Timur
Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .