Breaking News

Memelihara Sapi

Loading

Pagi ini sengaja aku bangun pagi-pagi sekali mengajak abiku (ayah) ke tempat tetangga sebelah rumah Mbah Kakung yang ada di kampung Magetan. Liburan ini aku ingin menikmatinya dengan berkeliling kampung untuk melihat budaya, adat-istiadat, dan kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan warga kampung.
Aku tahu lokasi yang aku tuju adalah seseorang yang memelihara sapi, karena setiap kali aku liburan di kampung Mbah Kakung disitu aku lihat tetangga memelihara sapi yang akan digemukkan dan tidak digembalakan, cukup dipelihara di rumah saja.
Tetangganya mbah kakung memelihara dua ekor sapi jantan untuk digemukkan. Dia membelinya di pasar sapi dengan usia kurang dari dua tahun seharga Rp. 15.000.000, sapi tersebut dipelihara selama enam sampai tujuh bulan untuk kemudian dijual kembali.
Pemeliharaannya pun cukup mudah dengan memberi minum sehari dua kali di pagi hari dan sore hari. Sementara makanan yang dipersiapkan untuk sapi sehari semalam sebanyak empat sampai lima kotak dengan ukuran 50 cm x 100 cm. Makanan sapi juga ada di sekitar rumah, yaitu: rumput, ubi, dedak, vitamin, garam, penggemuk badan, dan susu tulang yang dibeli di pasar sapi.
Aku ikut memberi makan dua ekor sapi yang dipelihara tetangganya mbah kakung aku ambil beberapa rumput yang sudah ada untukku berikan pada sapi. Sapi itu makan dengan lahapnya, hatiku sangat senang sekali.
Setelah dipelihara enam sampai tujuh bulan kemudian sapi tersebut dijual kembali dengan harga rp. 25.000.000 sampai dengan rp 35.000.000. Hitung-hitungan usaha sederhana dengan biaya pakan yang relatif murah, tentu saja pemilik sapi akan mendapatkan keuntungan 5 juta sampai dengan 15 juta rupiah per ekor sapi dalam enam bulan atau satu juta rupiah setiap bulannya.
Di kampungnya Mbah Kakung rata-rata warga bekerja sebagai petani, namun ada pula yang beternak ayam dan bebek. Bila saja setiap rumah yang ada di kampung memelihara minimal 2 ekor sapi tentu akan menambah pendapatan para petani sebagai usaha sampingan.
#liburan_di_kampung
#ditulis_dengan_versi_anak
#Nahla

About sismanto

Check Also

Senior Camp

After taking my wife to attend socialization at her school, Nala, my second son. I …

2 comments

  1. Kepada Pk Sismanto.
    Artikelnya lumayan inspiratif. Disajikan dengan sederhana, bahasa mudah dipahami. Namun, setelah saya baca, ada beberapa penulisan kata yg tidak sesuai dengan kaidah yg berlaku.
    1. Penulisan kata depan “disitu” (mestinya dipisah), menjadi “di situ”.
    2. Penulisan Kata Empunya atau kepunyaan msh diikuti pemiliknya
    tetangganya Mbah Kakung.
    Yang benar : tetangganya
    tetangga Mbah Kakung
    3. Penulisan Rupiah yang disingkat mjd Rp masih menggunakan tanda titk
    (.), dan tidak konsisten antara Rp dan rp, di belakang angka 000 tdk memakai tanda rupiah ( ,_ ) atai ,00.
    Yang benar tidak pakai (.), shg Rp. 15.000.000. menjadi Rp 15.000.000,-
    atau Rp 15.000.000,00
    4. Penulisan subyek aku yg disingkat di di depan kata kerja salah meletakkan.
    …… untukku berikan kepada sapi….
    Yg benar : …. untuk kuberikan ke…..
    Mohon maaf jika kurang berkenan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Sismanto

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading