Breaking News

Anak Kecil Sudah Berhutang

Loading

Apa yang akan Anda lakukan jika anak Anda yang masih berada di TK ataupun SD ketahuan berhutang sama temannya? Atau berhutang pada penjual kantin dengan alasan hari itu mereka tidak diberi uang saku dari orang tuanya?
Barangkali pertanyaan ini mengingatkan kepada saya pada kejadian dua bulan yang lalu. saya merasa agak melalaikan tugas sebagai wali kelas di kelas, di kelas saya adalah orang tua bagi anak didik saya Bukan sebuah kelalaian, bukan !! Namun sebuah keniscayaan.
Beberapa hari yang lalu orang tua Dodo, salah seorang muridku mendatangiku untuk melaporkan salah satu kasus yang terjadi pada murid yang lain. Sebut saja Dendy.
Dendy adalah salah satu murid saya juga di kelas, Dendy termasuk salah seorang murid yang menjadi buah bibir para guru di sekolah. Hampir setiap waktu para guru membicarakan ulah Dendy kepada guru yang lain. Pembicaraan ini kerap kali terjadi, satu guru menceritakan kasus Dendy hari ini, sementara guru yang lain tak kalah menimpali dengan kasus Dendy pada saat mata pelajaran diampunya. Pembicaraan semakin seru dan menarik.
Bu Dwi, guru yang lain hari ini menceritakan kasus Dendy dengan tugas hariannya yang tidak selesai, sementara PR yang diberikan minggu lalu juga tidak dikumpulkan.
Sementara, Ibu Khusnul yang biasanya diam tidak memberikan apresiasi atas sikap Dendy pun tak kalah memberikan kesaksian kasus yang dia alami bahwa dendy dalam satu jam pelajaran ijin ke kamar mandi 10 kali. Saya masih diam tidak memberikan reaksi ”dasar anak toilet mainded”. Pikirku, saya tetap diam masih mendengarkan pembicaraan para guru.
Lama-kelamaan sebagai wali kelas, saya agak gerah juga mendengarnya. Namun, saya sadar saya hanyalah manusia biasa, saya bukanlah dewa. Saya punya kelemahan untuk mengatasi sikap Dendy, meski dengan berbagai metoda untuk membimbingnya. Dendy tetap Dendy, tidak bisa disamakan dengan Aji maupun Dodo.
Pun demikian dengan saya, wali kelasnya. Jangankan dengan guru-guru yang lain, dengan wali kelasnya sendiri saja Dendy seringkali membuat ulah. Mulai dari pertengkaran sampai masalah hutang piutang.
Untuk kasus pertengkaran sesama anak di kelas saya anggap adalah masalah wajar, secara masih anak-anak dan itu masih dalam batas kewajaran. Parahnya, anak-anak seusia Dendy sudah berani hutang dengan temannya sampai Rp. 20.000,-.
Bayangan saya, anak sekecil itu sudah berani hutang, bagaimana besar nanti? Bagaimana jika dia menjadi pejabat negara, apa tidak menambah utang negara? Semoga saja tidak, harapan saya dan orang tuanya Dendy nanti menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada orang tua, negara, dan agamanya. Amin.
Like facebook saya bila Anda suka *SISMANTO HS*
https://facebook.com/sismantohs

About sismanto

Check Also

Senior Camp

After taking my wife to attend socialization at her school, Nala, my second son. I …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Sismanto

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading