![]()
Pemilihan diksi dalam berbicara menentukan apakah omongan kita masuk dalam kategori yang baik atau masuk dalam kategori yang kurang baik. Baik bagi kita bukan berarti baik bagi orang lain.
Bagi orang tua apapun profesinya tentu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Seorang ustaz misalnya, tentu ingin anaknya minimal menjadi ustaz sebagaimana bapaknya, seorang dokter menginginkan anaknya minimal menjadi dokter, dan begitu juga seorang maling tidak ingin anaknya menjadi maling. Semua orangtua tentu ingin anaknya menjadi anak yang baik, lebih-lebih kebaikan anaknya melebihi kebaikan orang tuanya.
Bagaimana agar anak menjadi baik? tips sederhana dari saya adalah biasakan berbicara yang santun kepada anak. Berbicara yang jelek di depan anak kecil sangat berbahaya karena bisa mengingatkannya ketika lupa (karena ada unsur kebaikan dan kejahatan pada diri mereka). Sehingga orang tua harus dapat menjadi tauladan dan menjaga kesantunan dalam bertutur dan sopan dalam menyapa.
Cerminan-cerminan ini dapat terekam di otak kanan anak, sehingga pada masa dewasa kelak ia akan selalu mengingat pesan dan perilaku orang tuanya.
Ayo, mulai sekarang kita biasakan bicara yang santun pada anak anak. Agar kelak anak-anak tumbuh berkembang sesuai dengan kebiasaan dan perilaku yang santun.
#Noto_Sandal_Sakdurunge_Noto_Ati
