![]()
Nala, anak laki-laki saya yang kedua berangkat setiap hari ke sekolah menggunakan bus sekolah. Ada tiga bus kecil yang disediakan sekolah untuk menjemput anak-anak yang berada di halte tempat Nala menunggu penjemputan bus sekolah.
Agar dapat mengikuti bus sekolah ini Nala harus siap 15 menit sebelum penjemputan. Bila telat sedikit saja, maka dapat dipastikan Nala akan ketinggalan bus, dan tentu saja saya maupun uminya akan kerepotan mengantarkan Nala ke sekolah. Bila saya mengantarkan Nala yang ketinggalan bus ke sekolah, maka juga dapat dipastikan saya juga akan terlambat masuk bekerja. Untuk itu, saya selalu mewanti-wanti dan membiasakan Nala agar bangun lebih pagi, mandi, sarapan dan lebih awal untuk mempersiapkan piranti sekolahnya.
Pembiasaan bangun pagi ini bukanlah sesuatu yang mudah. Awalnya Nala bangunnya selalu siang dan cenderung kesiangan, sementara ketika mulai masuk sekolah sebagai orang tuanya, saya dan uminya selalu memberi pemahaman dan perhatian bahwa tanggung jawab untuk menjadi anak sekolah ada pada diri anak bukan lagi tanggung jawab orang tua.
Dalam hal membiasakan bangun pagi dan mempersiapkan lebih dini sekolahnya Nala. Ada kalanya kita membelajarkan kepada anak dengan menganalogikan disiplin waktu belajar dari naik pesawat. Untuk naik pesawat, seseorang harus sudah siap di bandara paling lambat 2 jam sebelum pesawat take off (Lepas landas). bila ketinggalan waktu 2 jam untuk check-in, maka seorang penumpang pesawat tidak akan diperkenankan untuk ikut naik pesawat.
Mengapa ketika seseorang yang naik pesawat bisa disiplin tepat waktu, bahkan jauh-jauh sebelum 2 jam penerbangan sudah berada di bandara. Padahal, kalau diamati meskipun ketinggalan pesawat kan bisa naik pesawat berikutnya, itu kan hanya sekedar ketinggalan saja.
Pagi ini merupakan waktu yang sangat mendebarkan, teman-teman Nala yang akan ikut bus jemputan sekolah dan yang sedang menunggu di halte sudah tidak kelihatan, semuanya sudah Ikut bus jemputan sebelumnya. menurut info dari bapak security masih ada satu bus sekolah yang belum datang dan Nala pun senang karena ada bus sekolah yang akan menjemput dirinya.
Ternyata begitu bus jemputan sekolah datang, Nala naik bus sekolah sendirian tanpa ada teman. Ibaratnya seorang penumpang travel maupun bus umum yang seharusnya berdesak-desakan, tetapi hari ini Nala malah justru mendapatkan hikmah, meskipun datang hampir terlambat justru Nala seperti charter bus, naik bus sekolah sendirian.
Terkadang, ngelambat juga ada hikmahnya 😛

Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .