![]()
IGI Kutai Timur Adakan TOC Literasi Digital
Ikatan Guru Indonesia (IGI) cabang

Kutai Timur menggelar Training of Coach (TOC) selama 3 hari pada tanggal 26 – 28 Desember 2016 bertempat di salah satu ruang kelas SMP YPPSB Sangatta. Training bertujuan menghasilkan trainer-trainer handal yang nantinya bisa membagikan ilmunya kepada minimal 10 guru yang berada diwilayah masing-masing sebagaimana jargon IGI “sharing and growing together”.
Peserta training berjumlah 27 orang dari tingkatan TK, SD, SMP, dan SMA merupakan guru-guru yang tidak hanya berasal dari Sangatta saja tetapi juga berasal dari beberapa kecamatan yang berada di wilayah Kutai Timur diantaranya dari kecamatan Teluk Pandan, Bengalon, Batu Ampar, Sangkulirang, dan Muara Wahau.
Seremoni dari acara itu tidak begitu terasa, yang terasa kental dari para peserta adalah rasa kekeluargaan dan silahturahmi yang terjalin dari antar guru yang berada di pelosok kota Sangata Kutim yang tercinta ini. Begitu pula dengan para Trainer yang dengan gamblang menjelaskan detailnya sebuah aplikasi yang rumit menurut kami menjadi mudah dipahami bagi para peserta sehingga dapat mengaplikasikannya dalam keseharian proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing nanti.
Hari pertama TOC dimulai dengan materi optimalisasi tablet dalam media pembelajaran yang disampaikan oleh master trainer nasional Ikatan Guru Indonesia Sismanto HS. Pada materi optimalisasi tablet dalam media pembelajaran tersebut, Sismanto HS mengungkap secara detail tentang spesifikasi tablet samsung A8 dengan berbagai fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh tablet lainnya.
Namun demikian, mengingat peserta yang tidak semuanya membawa dan memiliki tablet Samsung A8, Sismonto HS mengungkapkan ada beberapa padanan aplikasi yang mirip meskipun kurang support terhadap tablet, diantaranya adalah menulis di papan tulis dengan tangan adalah Google Handwriting Input,
Handwriting, FiiNote, dan The MyScript Collection.
Materi berikutnya yang disampaikan oleh Sismanto HS berkaitan dengan mirroring, yaitu sebuah cara untuk menampilkan suatu device ke divice yang lain. Bila menggunakan tablet atau hp yang memiliki fitur semat view, maka ketika alat EZCast, AnyCast, MiraCast, dan GoogleChroom Cast tersambung dengan infocus, maka cukup menyentuh fitur Smart View tersebut.
Namun bagi HP maupun tablet yang tidak memiliki fitur Smart View, Sismanto HS memberikan alternatif sebagaimana yang dilakukan guru-guru dalam melakukan presentasi dari laptop ke infocus menggunakan teamviewer. Caranya infocus disambung dengan laptop, pada laptop kemudian diinstall aplikasi teamviewer begitu juga di HP maupun tablet juga di instal aplikasi teamviewer dari play store. Sehingga fungsi HP maupun tablet disini sebagai remote control dari laptop yang tersambung dengan infocus.
Materi yang tak kalah menarik dipaparkan Imam Wahyudi, M. Pd yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua umum ikatan guru indonesia regional Kalimantan dengan materi google app. Pada materi ini, Gus Imam begitu akrab disapa mengupas secara detail tentang aplikasi-aplikasi google yang tidak banyak digunakan oleh guru dalam media pembelajaran diantaranya adalah fasilitas google drive, penyimpanan foto atau dikenal dengan google photo, dan materi-materi lain yang berkaitan dengan google educator. Pada kesempatan tersebut, para peserta TOC melakukan pelatihan dengan mendapatkan fasilitas akun igikutim.net dengan storage unlimited.
Sesi kedua setelah makan siang, Sismanto HS turun gelanggang lagi dengan memberi materi voice to text dan text to voice beberapa aplikasi dikemukakan oleh Sismanto HS diantaranya adalah fasilitas voice to text misalnya pada noted, colornote, sms, whatsapp facebook dan aplikasi-aplikasi lain bisa menggunakan fasilitas ini. Sementara aplikasi text to voice disampaikan dengan menggunakan aplikas voicei Aloud reader. Pada akhir kesempatan materi pada hari pertama, Imam Wahyudi menutup dengan materi overview ikatan guru indonesia, sejarah pembentukan, legalitas, dan program-program populis IGI dan juga pentingnya pembentukan IGMP Ikatan Guru Mata Pelajaran.
Materi pada hari kedua, Selasa 27 Desember 2016 mengambil topik tentang pembuatan video scribe, menyusun pra usulan ptk, dan pembuatan reportase tentang kegiatan yang dilaksanakan pada hari tersebut. Dalam hal ini peserta workshop diminta untuk membuat tampilan video scribe berdasarkan mind mapping yang telah dipersiapkan. Peserta workshop membuat proposal penelitian tindakan kelas berdasarkan permasalahan yang mereka dapati di tempat mengajar, dan juga membuat reportase kegiatan TOC.
Imam Syafii, salah satu peserta workshop memberikan kesan bahwa “workshop ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas guru hanya saja perlu dibutuhkan jaringan WiFi untuk beberapa aplikasi yang dibutuhkan sehingga sekolah perlu menyediakan jaringan internet yang lebih stabil”. Dalam hal ini peserta membutuhkan kerjasama pihak pemerintah dan sekolah untuk memfasilitasi hal tersebut.
Sesi terakhir di hari Rabu, 28 Desember 2016 materi TOC semakin menarik yaitu pembuatan media komik untuk pembelajaran, membuat blog pendidikan dengan media mobile blogging, dan membuat website sekolah. Selain trainer TOC yang memberi materi, ada juga salah satu peserta yang dengan sukarela berbagi kemutakhiran aplikasi VivaVideo yaitu Tabri, S.Pd. yang dengan semangat langsung menunjukkan karyanya kepada peserta lainnya sebagai wujud keseriusannya dalam mengikuti pelatihan ini.
“Jangan berhenti sampai di sini pelatihan ini. Teruslah berlatih diri dan berkarya. Jalin silaturahmi meski tempat tugas berjauhan. Gunakan semua media yang ada untuk saling bertukar rasa, pikir dan karya”. Pesan Sismanto HS trainer TOC sekaligus sebagai Wakil Ketua Pengurus Daerah IGI Kutai Timur. Sosial media adalah sarana untuk berkarya juga bisa sebagai wadah persaudaraan antar guru se Kutim. Semua peserta berbagi rasa, pikir, dan karya sebagai guru yang bersaudara dan bersatu dalam mengemban tugas negara.
Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .