Loading

BerPramuka pagi tadi mendampingi anak didik kelas empat yang saya ampu untuk mengikuti kegiatan persari yang diikuti oleh tiga sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Prima swarga Bara (YPPSB) yang terdiri dari SD YPPSB 1, SD YPPSB 2 dan SD YPPSB 3.
Sampai saat ini saya sangat suka dengan pramuka khususnya dalam hal berkemah, bahkan semenjak berada di bangku sekolah dasar. Pernah suatu ketika guru saya waktu SD memilih siswa-siswi yang akan diikutkan dalam program pramuka berkemah di tingkat kecamatan.
Jumlah siswa seangkatan saya hanya satu kelas saja dan dalam satu kelas waktu itu hanya dua puluh dua siswa yang ada. Dari dua puluh siswa yang ada dalam kelas hanya dua puluh siswa saja yang akan diikutkan dalam program berkemah. Maka ibu guru bertanya kepada siswa-siswi siapakah yang mau ikut berkemah maka untuk bisa ditunjuk oleh guru mewakili salah satu dari 20 siswa Namun ternyata dari 22 itu dipilihnya orang 10 laki-laki dan 10 perempuan, dan saya tidak terpilih untuk mewakili sekolah.
Ke dua puluh siswa itu tidak ada satupun nama saya, perasaan kecewa sempat menghinggap namun saya tidak berputus asa. Bahwa belajar/beprestasi tidak harus dipilih untuk mewakili atau bila diibaratkan lomba berprestasi tidak harus menang dalam perlombaan. Hingga pada akhirnya, tiga tahun lalu saya diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang dunia kepramukaan melalui Kursus Mahir Dasar ( KMD).
Saya sangat menyarankan anak didik saya untuk mengikuti kegiatan Pramuka secara kegiatan ini merupakan miniatur dalam kegiatan masyarakat, sehingga anak-anak harus sudah terbiasa memiliki soft skill yang baik. Pramuka ini menjadi kesempatan untuk belajar bukan hanya belajar mata pelajaran di dalam kelas tetapi belajar langsung di lapangan.
Harapan kita kedepan kegiatan ini akan melahirkan jiwa-jiwa patriotis, jiwa-jiwa ksatria dalam proses pendidikan yang diberikan oleh kakak-kakak pembina.
#pramuka
#persari