![]()
Budaya dan tradisi pemberian nama di Sangatta memang sangat unik, biasanya orang tua melakukannya bersamaan dengan aqiqah dan mengundang saudara, tetangga, maupun relasi lainnya. Keinginan untuk mengundang saudara dan tetangga terselip juga dalam imajinasi saya bahkan rencana menyewa di hotel Victoria Sangatta. Namun, dikarenakan pandemi covid 19 yang belum usai maka mau tidak mau saya harus merevisi imajinasi.
Tradisi pemberian nama biasanya juga dengan mendatangkan seorang kyai/ustaz bahkan disertai dengan alunan sholawat yang diiringi dengan rebana/terbang jedor. Pendeknya, pemberian nama kepada anak saya cukup diadakan di rumah dengan cara sederhana tanpa bunga dan gegap gempita alunan suara musik.
Prosesi pemberian nama saya pimpin langsung dengan membacakan tawasul dan beberapa surat-surat pendek dalam Alquran. Kemudian saya lanjutkan dengan menggunakan dua bahasa, bahasa Arab dan bahasa Jawa saya berikan nama kepada makhluk indah ciptaan Tuhan. "Nihaya Tasbiha Naja", adalah sebuah nama saya berikan kepada anak ke-3 saya yang terlahir pada hari Jumat Wage, 30 Oktober 2020; 20:35 WITA. Seorang bayi perempuan yang cantik rupawan dengan Lingkar kepala 34 cm, berat 3.05 kg, dan panjang 47 cm.
Seorang orientalis Barat William Shakespeare pernah mengatakan apa arti sebuah nama, what is the meaning of a name?. Pandangan Shakespeare ini menganggap bahwa nama seseorang tidak memiliki arti apapun, Andaikan seseorang memberi nama lain untuk bunga mawar ia tetap memiliki bau wangi. Tetapi, saya lebih setuju dengan pandangan dari Ali bin Abi Tholib karromallohu wajhah dan juga falsafah hidup Jawa "Asmo Kinaryo Jopo" yang mengandung arti bahwa nama seseorang adalah doa dan nama adalah harapan dari kedua orang tuanya.
Tradisi pemberian nama merupakan tradisi yang dilakukan oleh para Salafus Saleh. Meskipun, tidak ada panduan khusus dalam ritual pemberian nama. Namun dalam hal memberikan nama, ada batasan-batasan yang perlu diketahui yakni memberikan nama yang baik. Berbeda halnya dengan ritual aqiqah yang ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan dalam melakukan tradisi aqiqah, yakni satu kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.
Untuk itu. merayakan tradisi pemberikan nama dengan mengundang tetangga terdekat untuk menyaksikan ritual pemberian nama yang baik untuk anak ini sangatlah baik, dapat memberikan semangat kekeluargaan antar tetangga dan antar tetangga saling silaturahim dan kunjung mengunjungi. Hal inilah yang dicirikan sebagai khatakteristik Islam nusantara.
~Sismanto HS~
#KyaiKampung
#NotoSandalSakdurungeNotoAti
Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .

Nilai agama dan budaya yang perlu dilestarikan
terimakasih