![]()
"Siapa kita? fatayat NU"
""NKRI? Harga mati"
"Pancasila? Jaya"
"Nusantara? Milik kita"
Demikian kalimat pembuka yang saya sampaikan kepada peserta guna memberikan yel-yel semangat dalam membuka materi keorganisasian Latihan Kader Dasar (LKD) yang diadakan oleh fatayat NU Kutai Timur.
LKD ini merupakan rangkaian acara tambahan pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Bengalon, Rantau Pulung, Sangatta Utara, dan Sangatta Selatan.
Perempuan sesungguhnya memiliki potensi yang sama dengan laki-laki namun selalu menjadi kaum yang marginal, tertindas dan tidak mendapat akses pembangunan. Untuk itu, Fatayat sebagai organisasi perempuan setidaknya memiliki tiga citra diri; (1) Aspek keagamaan (Islam aswaja An nahdliyah), (2) Apek perorangan (mandiri, pelopor, cerdas, bertanggungjawab, dll), dan (3) aspek keagamaan (khithoh NU 1926 – i’tidal, tawasuth, tasamuh, tawazun).
Sebagai perbandingan sesama badan otonom NU, GP Ansor dan fatayat yang sama-sama berbasis usia. Jumlah anggota fatayat saat ini masih kalah dengan GP Ansor dan seharusnya bila menilik data survey BPS jumlah anggota fatayat seharusnya bisa melebihi GP Ansor. Tinggal bagaimana mengelola pengkaderannya…
#FatayatNU
#LDK
Hotel Royal Victoria Sangatta, 13 Desember 2019
Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .
