![]()
Nahdlatul Ulama merupakan organisasi massa keagamaan terbesar di Indonesia yang sumbangsih pemikirannya serta implementasinya di lapangan tidak diragukan lagi bagi Indonesia dan dunia.Organisasi NU ini berdiri pada 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan 16 Rajab dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan,sosial, dan ekonomi.
Sebagai organisasi terbesar, NU memiliki sektor garapan yang luas melalui departementasi kelembagaan yang hampir bergerak di semua sektor kehidupan, saya mencatatnya kurang lebih ada18 lembaga.
Disamping lembaga-lembaga yang bertugas menjalankan program kerja-program kerja tersebut, Nahdlatul ulama juga memiliki badan otonom. Badan Otonom ini merupakan perangkat organisasi yang fungsinya melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu berbasis usia, profesi, dan kekhususan lainnya. Saya mencatatnya tidak kurang ada 14 badan otonom, salah satu badan otonom di NU adalah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama NU merupakan salah satu badan otonom dan yang paling muda di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sebagai banom yang baru tentu kehadirannya sangat ditunggu-tunggu dalam memberikan sumbangan yang positif bagi NU secara khusus dan bagi Indonesia dan dunia secara umum.
Beberapa kelebihan dalam berISNU yang pertama adalah anggota ISNU memiliki kemampuan leadershipnya lebih mantang, sehingga ketika menjadi pemimpin maka ia mampu memimpin dengan baik sekali disertai dengan kemampuan manajerial yang cukup. Bila Anda dihadapkan pada dua pilihan orang yang akan menjadi pemimpin, dengan strata dan tingkat pendidikan yang sama, maka pilihlah anggota ISNU karena memiliki kelebihan intelektual dan ubudiyah yang baik disertai memiliki budaya yang sesuai dengan kultur Indonesia dibandingkan yang lain.
Kedua, kematangan intelektual dan politik. Anggota ISNU mengandalkan intelektualnya dalam pemikiran politik (logical thinking), anggota ISNU juga mampu memberikan analisis dan solusi yang baik terhadap kehidupan politik di Indonesia, sehingga kehadiran ISNU dapat menginquiry dalam pemikiran politik. Bila badan otonom lain seperti GP Ansor (Banser) memiliki jumlah massa yang besar dalam mempengaruhi, tetapi ISNUmemiliki kemampuan yang kuat dalam membangun opini yang baik di masyarakat.
Intelektualnya orang ISNU mengembara tidak boleh jumud, sehingga tepat bila ISNU memiliki "Almuhafadlatul biqadimil sholih, wal akhdu bil jadidil aslah, memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik"
Ketiga, BerISNU merupakan akumulasi dari proses interaksi beberapa segmen. Fleksible dari usia maupun profesi, dan tidak dibatasi gender. Bila GP Ansor adalah para pemuda, fatayat para pemudinya NU, maka kehadiran ISNU dapat menampung semuanya.
Keempat, anggota ISNU biasanya sudah lebih matang dalam bidang ekonomi. Memiliki profesi bisnis, birokrasi, dan lain-lain sehingga ISNU memiliki prinsip mengabdi bukan mencari. Kemampuan literasi ekonominya yang tinggi ini memberikan ruang dan gerak yang cukup dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama untuk bangsa dan dunia.
Ikatan Sarjana Nahdlatul ‘Ulama’
Para cendekia bergerak
Kami merindukan Islam Indonesia yang ramah bersahaja, berakidah ahlussunah wal jamaah, mengangkat martabat umatnya berdasarkan Pancasila dan UUD 45
Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .
