![]()
Masa kecil merupakan masa yang membahagiakan, dan siapapun akan merasa bahagia ketika mengingat masa kecilnya. Begitu juga dengan saya, masa kecil saya penuh dengan masa yang sangat menyenangkan, masa yang sangat indah, dan bahkan ribuan kata-kata belum tentu bisa melukiskan semua masa yang saya alami ketika kecil.
Salah satu contoh sederhana ketika kecil adalah saya belum bisa naik sepeda, dan satu-satunya sepeda yang ada di rumah saya adalah sepeda milik Bapak. Kemana-mana saya berangkat dan pergi selalu diantar Bapak dengan menggunakan sepeda "jengky" yang kami miliki satu-satunya.
Sebagai satu-satunya alat transportasi yang dimiliki Bapak, tentu sepeda itu butuh maintenance layaknya seorang manusia yang lelah dan letih melakukan kerja seharian. sepeda Bapak rusak dengan kehilangan baut mor pada pedal, sehingga pedal hanya tersisa satu saja yang masih waras, sementara ada yang satunya sering terlepas karena tidak adanya baut mor yang terpasang.
Meskipun sepedanya rusak, saat itu saya yang ingin berangkat ke sekolah tetap saja diantar bapak dengan menggunakan sepeda itu, dengan tertatih-tatih menggunakan pijakan 1 kaki, sepeda itu digenjot dan dikemudikan untuk menuju ke sekolah.
Sebenarnya tidak butuh waktu lama untuk sampai di sekolah, dengan menggunakan alat transportasi sepeda. Butuh waktu kira-kira 15 menit untuk sampai ke sekolah, namun dengan pedal yang hanya tarsisa sebelah hampir saju jam lebih baru sampai di sekolah. Perjalanan baru sampai 30 meter, pedal itu terlepas kemudian Bapak saya turun untuk memasang kembali pedal yang terlepas, dan saya tetap berada diatas sepeda itu sembari Bapak membetulkan pedal yang terlepas, kemudian memasangnya kembali.
Sebuah perjuangan seorang bapak untuk mengantarkan anaknya berangkat ke sekolah, meskipun dengan peluh menetes dan semangat yang berlebih untuk sampai ke sekolah. Saya tidak melihat Bapak "nggresulo", beliau tetap saja melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang Bapak kepada anaknya. Mudah mudahan hari itu ilmu yang saya dapatkan sebagai seorang anak di sekolah bisa bermanfaat, lebih-lebih support dari seorang Bapak yang rela mengantarkan anaknya meskipun dengan hanya menggunakan satu pedal sepeda saja.
Sismanto Kumpul dan Berbaris . . .
